The Brand Master Class – Dari mana sih saya dapat ilmu brand? Dari mana saya belajarnya? Sedangkan secara formal saya hanya sampai SMA saja…

Saya yakin jika anda bersungguh-sungguh dan peka terhadap bisnis Anda, saya yakin secara naluri akan mengarahkan ke arah yang tepat.

Contohnya :
Saya buka bisnis kedua tahun 2005 dengan brand Derajat Celcius dan tagline Rumah Print Warna.
Bisnis pertama buka tahun 2001 dan wafat tahun 2003, usianya hanya 2 tahun saja.

Kenapa saya pilih DERAJAT CELCIUS RUMAH PRINT WARNA ini?
Saat membuka percetakan pertama, banyak pelanggan-pelanggan yang memiliki MASALAH ingin cetak full colour dan jumlah sedikit, baik brosur maupun kartu nama.
Namun saat itu teknologinya tidak ada sehingga tidak memungkinkan.

Nah, tahun 2005 saya ada printer Canon yang bisa disuntik dengan mudah dan murah.
Ini bisa menyelesaikan masalah di atas.

Akhirnya saya buka Derajat Celcius, solusi cetak warna tanpa minimal order.
BOOOMM!!! Alhamdulillah laris manis…
Cabang saya 9 ( 6 punya saya, 3 Franchise)

Nah… saat belajar SBM (Smart Business Mapping) baru mengetahui bahwa kalau mau membuka bisnis mulailah dari masalah yang ada dipasar. Jangan mulai dari produknya.

Seperti kata pak Budi Satria Isman “Tanpa adanya masalah di pasar tidak akan ada yang namanya permintaan”

Juga saat tahun 2001 saya membuka percetakan dengan masih generik.
Tahun 2005 saya membuka cetak warna tanpa minimal order.

Di dalam SBM modul ini yang disebut dengan Zoom In dan di kelas pak Subiakto Priosoedarsono BBB (bisa bikin brand) disebut dengan New Category.

Ternyata saya sudah melakukannya sejak tahun 2005 namun saya tidak tahu ilmunya. Pada saat itu tidak ada youtube, tidak ada workshop, tidak ada seminar, tidak ada kegiatan-kegiatan pemberdayaan seperti sekarang.

Ini yang saya maksudkan, “Saya yakin jika anda bersungguh-sungguh dan peka terhadap bisnis anda, saya yakin secara naluri akan mengarahkan ke arah yang tepat”

Yang sering juga disebut dengan “unconscious competence”

Sehingga ilmu brand yang hari ini saya berikan kepada klien ataupun workshop, seminar dan telegram bukanlah ilmu yang saya pelajari setahun atau 2 tahun lalu. Namun sudah hidup bersama saya saat pertama kali membuka bisnis 19 tahun lalu. Dan alhamdulillah percetakan Derajat Celcius sampai hari ini masih ada di usianya yang ke 15 pada Februari 2018.

Suatu ketika Imam Malik ditanya oleh salah satu muridnya, “Wahai Imam Malik, apa hukum dan fadhilah membebaskan budak?”. Imam Malik tidak langsung menjawabnya pada saat itu. Selang satu bulan kemudian, Imam Malik bertanya di hadapan murid-muridnya,

“Siapa yang beberapa waktu yang lalu menanyakan soal hukum dan fadhilah membebaskan budak?”
Lalu murid yg bertanya itu mengacungkan tangan, “Saya, wahai Imam”.

Lalu Imam Malik memberikan jawabannya lengkap dengan dalil-dalil hadistnya.

Murid tersebut bertanya lagi, “Wahai Imam Malik, mengapa anda menunda sampai 2 bulan lamanya untuk menjawabnya?”.

Rupanya sang murid ini menunggu-nunggu jawaban.

Lalu kata Imam Malik, “Saya perlu waktu untuk mengumpulkan uang supaya saya bisa membebaskan seorang budak”

Tentu Anda akan merasakan perbedaan ketika sedang berhadapan dengan orang yang benar-benar menjalani apa yang dikatakan.

Bagaimana saya belajar positioning, sistemasi bisnis yang tahun 2007 cabang saya sudah 5 dan menemukan DNA diri saya sebagai Dodi Zulkifli. Pada saat itu tidak ada youtube, tidak ada workshop, tidak ada seminar, tidak ada kegiatan-kegiatan pemberdayaan seramai seperti sekarang.


Leave a Reply

Your email address will not be published.